A.    SUMBER INFORMASI


B.     MULTIMEDIA

1.      Laptop
2.      LCD Proyektor
3.      OHP
4.      Papan tulis

C.     SELEKSI DAN TRANSMISI

1.      Informasi apa: Layanan bimbingan dan konseling dibidang belajar
1.      Mengenali gaya belajar sendiri.
2.      Menentukan cara belajar yang tepat untuk diri sendiri.

Uraian materi

KENALI GAYA BELAJARMU

A.    Mengenali gaya belajar pribadi
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Mengetahui gaya belajar belum tentu membuat Anda menjadi lebih pintar, tapi Anda akan dapat menentukan cara belajar yang lebih efektif. Pada dasarnya setiap individu menggunakan semua indera dalam menyerap informasi. Gaya belajar muncul karena dorongan potensi atau kemampuan yang dominan pada diri Anda yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Terdapat tiga macam gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam menyerap informasi. Ketiga gaya belajar tersebut adalah visual, auditory dan kinestestik.
B.     Cara-cara belajar
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda untuk mencerna informasi yang diterima. Nah, kita akan share 3 tipe gaya belajar sebagai berikut :
1. Tipe Auditory
Tipe Auditory merupakan kecendrungan gaya belajar dengan menggunakan indra pendengaran. Pada model gaya belajar ini informasi menjadi data berupa nada. Adapun ciri-ciri Tipe Auditory :
  • Mudah ingat dari apa yang didengar dan didiskusikannya.
  • Suka membaca dengan suara keras
  • Pandai berbicara
  • Bagus dalam menjelaskan sesuatu secara lisan
  • Mudah mengingat nama orang
  • Tidak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut
Tips gaya belajar auditory :
  • Biasakan untuk berdiskusi tanya jawab lisan untuk mengulang pelajaran
  • Coba menggunakan tape recorder untuk mengulang pelajaran, memahami atau menghafal. Rekaman audio ringkasan pelajaran kamu dengan tape recorder untuk didengarkan dan dipahami.
2. Tipe Visual
Tipe Visual merupakan kecendrungan gaya belajar dengan menggunakan indra penglihatan. Tipe gaya belajar ini informasi visual terbagi menjadi data berupa teks (tulisan, huruf, angka , simbol) dan berupa gambar. Adapun ciri –ciri Tipe Visual :
  • Lebih mudah mengingat apa yang dilihat
  • Membaca informasi dengan cepat
  • Mudah memahami informasi yang diberikan menggunakan gambar, skema, table,dll (yang bersifat visual)
  • Dapat duduk tenang ditengah situasi yang ribut
  • Cendrung rapi dan terorganisir, teliti dan dapat menerima informasi secara mendetail
  • Mengingat dengan asosiasi visual
Tips gaya belajar visual :
  • Gunakan flashcard atau kartu-kartu kecil warna-warni yang berisi catatan/ informasi yang dipelajari
  • Kreasikan catatan dengan gambar-gambar visual, grafik atau sketsa
  • Jangan lupa selalu sediakan highlighter atau sepidol warna-warni untuk menandai bagian penting dari catatan 
3. Tipe Kinestetik
Tipe Kinestetik merupakan kecendrungan gaya belajar dengan menggunakan indera tubuh. Pada model gaya belajar kinestetik, informasi terbagi menjadi data berupa gerakan dan sentuhan. Adapun ciri-ciri tipe kinestetik :
  • Cepat memahami informasi yang diberikan dengan praktek, kegiatan yang langsung.
  • Memiliki koordinasi tubuh yang baik dan menyukai gerak fisik
  • Cendrung aktif dan banyak energi
  • Suka menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar
  • Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu (peragaan) dibanding menjelaskan.
  • Tidak bisa berlama-lama membaca
Tips gaya belajar kinestetik :
  • Biasakan mengulang pelajaran dengan praktek nyata dengan kegiatan/aktifitas peraga
  • Lakukan kunjungan lapangan, proses belajar dengan pengalaman nyata
  • Belajar langsung seperti penelitian, permainan, drama, dll 
Setiap orang memiliki gaya yang berbeda-beda dalam belajar, baik itu Visual, Auditory maupun kinestetik. Pada umumnya setiap orang memakai salah satu tipe belajar diatas atau mengkombinasikan gaya belajar mereka. Gunakan tipe belajar yang tepat untuk supaya meningkatkan kualitas belajar kamu dengan maksimal. Belajar jadi lebih menyenangkan dan mudah memahami pelajaran. 
2.      Untuk siapa
Peserta didik

3.      Kepentingan siapa

Agar peserta didik dapat memahami gaya belajarnya sendiri dan dapat menentukan cara belajarnya yang tepat untuk dirinya sendiri.

D.    PENERIMAAN SELEKTIF
Blog                                                    

E.     PENYIMPANAN DAN PENELUSURAN
Flash disk

F.      PENGGUNAAN INFORMASI
Secara klasikal
Kami memilih penyampaian informasi dengan cara klasikal karena kami berpendapat bahwa materi yang kami jabarkan di atas lebih cocok disampaikan kepada peserta didik dengan cara klasikal. Selain efisiensi waktu, keefektifan kegiatan belajar mengajar lebih dapat tercapai.


A.    Sumber Informasi.

1.      Setyowati,Tri. 2010. Diktat Diagnosis Kesulitan Belajar. Trenggalek. STKIP PGRI Trenggalek.

B.     Media.

1.      Laptop
2.      LCD Proyektor
3.      Papan Tulis
4.      OHP

C.     Seleksi dan Transmisi.

1.      Informasi apa: Layanan bimbingan dan konseling dibidang belajar

a)      Pengertian Belajar
b)      Cara Mengatur Waktu Belajar
c)      Memanfaatkan Waktu Untuk Belajar

Uraian materi
CARA MEMANFAATKAN WAKTU UNTUK BELAJAR
  1. Pengertian Belajar
Belajar merupakan tugas pokok anda sebagai siswa baik belajar di sekolah maupun   belajar di rumah. Oleh karena itu anda harus berusaha agar dapat belajar dengan baik dan teratur.
Belajar adalah usaha untuk memperoleh kepandaian dan ilmu. Belajar berarti usaha yang   dilakukan secara sadar untuk mengetahui dan dapat melakukan sesuatu. Adapun hasil dari belajar berupa perubahan diri, maka anda harus mampu melakukan belajar yang dapat menghasilkan perubahan diri yaitu dari tidakd apat memahami pelajaran menjadi dapat memahami pelajaran. Dengan belajar yang teratur, penuh disiplin, konsentrasi dan pengaturan waktu yang baik, akan mempermudah anda untuk melakukan belajar.

B. Cara Mengatur Waktu Belajar 
            Cara Mengatur Waktu Belajar Usahakan anda dapat mengatur waktu yang tepat dan efesien untuk belajar, sehingga anda tidak merasa ragu-ragu, menempuh keberhasilan dalam belajar. Coba perhatikan cara-cara mengatur waktu menurut Jeanne Shay Schumm sebagai berikut:

a.Tetapkan
Prioritas
Bila banyak yang harus dikerjakan, buatlah daftar apa yang harus dan akan dikerjakan. Urutkan setiap tugas dalam urutan 1, 2, 3 dan seterusnya menurut kepentingannya. Laksanakan tugas No. 1 terlebih dahulu, lalu tugas No. 2 dan seterusnya sesuai yang ada dalam daftarmu. Hal ini akan membantu anda mengatur aktivitas menjadi rapi, menghindari stres dan memacu untuk berprestasi.

b. Luangkan Waktu Untuk Bersenang-Senang
Waktu untuk rekreasi membantu anda agar tetap sehat secara mendal dan fisik. Kerjakan dulu tugas wajib anda sebelum rekreasi. Waktu luang akan terasa lebih bebas kalau tidak ada urusan yang belum anda selesaikan. Rekreasi juga dapat dijadikan sebagai imbalan, jika anda sudah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu.



c. Bersikap Fleksibel (luwes)
Jadwal yang anda buat bukanlah terpahat di batu, selalu ada perubahan dan berilah ruang untuk mengadaptasikan dengan suasana atau kebutuhan baru dan memanfaatkan kesempatan baru tersebut.

d. Jangan membebani diri dengan jadwal yang berlebihan
Lakukan perubahan untuk mencapai prestasi secara bertahap, bila terlalu banyak yang anda kerjakan, anda akan menjadi bingung dengan jadwal tersebut. Kaji ulang kegiatan anda. Tentukanlah hal penting untuk segera dikerjakan.

e. Luangkan waktu untuk membiasakan diri menjadi teratur
Rencanakan beberapa menit setiap hari untukmenyusun jadwal apa yang akan anda lakukan hari ini. Kemudian pikirkan apa yang harus anda lakukan dan bagaimana cara anda melakukannya, serta bayangkan hal positif apa yang akan anda dapatkan jika sudah menjadi kebiasaan. Anda akan menghemat waktu berjam-jam dan melangkah dengan pasti setiap hari karena anda telah mengetahui apa yang akan anda lakukan/kerjakan.

f. Temukan dan manfaatkan waktu sempit
Saat menunggu bus atau mobil antar jemput, saat jeda antar mata pelajaran ataus esaat sebelum acara TV kesukaan, saat-saat itu adalah waktu yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membaca/belajar. Pilihlah sesuatu yang ringan, lalu selesaikan dan singkirkan. Memang sedikit waktunya tetapi dapat meringankan tugas anda.


g. Jangan menunda-nunda.
Banyak orang menunda-nunda karena suatu alasan. Kemungkinan tugas tersebut terlalu sulit atau membuat stres. Apapun penyebabnya, menunda-nuda pekerjaan merupakan kebiasaan buruk. Obat terbaikya adalah bekerja keras dan segera lakukan pekerjaan tersebut. Mungkin ketika anda sudah mulai mengerjakannya, tugas tersebut terasa menjasi lebih mudah dari yang anda perkirakan. Kalau anda benar-benar tidakd apat memulai, bicarakan dengan teman, guru atau orang lain yang anda percaya.

C. Memanfaatkan Waktu Untuk Belajar
Waktu sangat berharga bagi setiap orang, asalkan orang tersebut dapat memanfaatkannya, terutama bagi anda sebagai siswa yang akan meningkatkan prestasi dan mengembangkan diri dalam belajar. Sebaliknya waktu tidak akan berharga atau sia-sia bila tidak dapat dimanfaatkannya.
Pemanfaatan waktu belajar, sebaiknya anda memilih memanfaatkan waktu luang sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan anda dan perlu dipertimbangkan jangan sampai membawa akibat yang merugikan diri sendiri.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang mencapai keberhasilan dalam hidupnya dalah orang-orang yang teratur dan disiplin memanfaatkan waktunya. Anda sebagai siswa memanfaatkan waktu anda untuk belajar terutama menjelang ulangan, gunakan/tambahkan waktu belajar anda dengan memanfaatkan waktu luang pagi hari, siang hari dan malam hari yang biasanya digunakan untuk bermain atau nonton TV.
Disiplin menggunakan/memanfaatkan waktu untuk belajar tidak datang dengan sendiriny tetapi melalui latihan dan membuat jadwal kegiatan sehari-hari yang dilaksanakan dengan ketat.


2.      Untuk siapa                : Peserta didik

3.      Kepentingan apa       : agar peserta didik dapat memahami pengertian belajar, dapat mengatur waktu belajar, dan dapat memanfaatkan waktu untuk belajar

D.    Penerimaan Selektif

a)      Blog


E.     Penyimpanan.
a)      Flash disk

F.      Penggunaan Informasi.

1.      Secara klasikal
Kami memilih penyampaian informasi dengan cara klasikal karena kami berpendapat bahwa materi yang kami jabarkan di atas lebih cocok disampaikan kepada peserta didik dengan cara klasikal. Selain efisiensi waktu, keefektifan kegiatan belajar mengajar lebih dapat tercapai.



A.    SUMBER INFORMASI


B.     MULTIMEDIA

1.      Laptop
2.      LCD Proyektor
3.      OHP
4.      Papan tulis

C.     SELEKSI DAN TRANSMISI

1.      Informasi apa: Layanan bimbingan dan konseling dibidang belajar
1.      Cara meningkatkan hasil belajar.

Uraian materi

CARA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

1.Menyiapkan Fisik dan Mental Siswa

Persiapkanlah fisik dan mental siswa. Karena apabila siswa tidak siap fisik dan mentalnya dalam belajar, maka pembelajaran akan berlangsung sia-sia atau tidak efektif. Dengan siap fisik dan mental, maka siswa akan bisa belajar lebih efektif dan hasil belajar akan meningkat. Semuanya di awali dengan sebuah niat yang baik. Mulailah dengan mengajari mereka memulai dengan baik.

2.Meningkatkan Konsentrasi

Lakukan sesuatu agar konsentrasi belajar siswa meningkat. Hal ini tentu akan berkaitan dengan lingkungan dimana tempat mereka belajar. Kalau disekolah pastikan tidak ada kebisingan yang membuat mereka terganggu. Kebisingan biasanya memang faktor utama yang mengganggu jadi pihak sekolah harus bisa mengatasinya.
Apabila siswa tidak dapat berkonsentrasi dan terganggu oleh berbagai hal di luar kaitan dengan belajar, maka proses dan hasil belajar tidak akan maksimal. Pengajar juga harus tahu karakter siswa masing-masing. Karena ada juga yang lebih suka belajar dalam kondisi lain selain ketenangan.

3.Meningkatkan Motivasi Belajar

Motivasi sangatlah penting. Ini sudah dijelaskan pada artikel cara meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi juga merupakan faktor penting dalam belajar. Tidak akan ada keberhasilan belajar diraih apabila siswa tidak memiliki motivasi yang tinggi. Pengajar dapat mengupayakan berbagai cara agar siswa menjadi termotivasi dalam belajar. Caranya sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya.

4.Menggunakan Strategi Belajar

Pengajar bisa juga harus membantu siswa agar bisa dan terampil menggunakan berbagai strategi belajar yang sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Setiap pelajaran akan memiliki karakter yang berbeda-beda sehingga strateginya juga berbeda pula.
Berikan tips agar bisa menguasai pelajaran dengan baik. Tentu setiap pelajaran memiliki karakteristik dan kekhasannya sendiri-sendiri dan memerlukan strategi-strategi khusus untuk mempelajarinya. Misalnya, penguasaan belajar mata pelajaran Matematika akan berbeda dengan pelajaran Bahasa Indonesia.

5.Belajar Sesuai Gaya Belajar

Setiap siswa punya gaya belajar yang berbeda-beda satu sama lain. Pengajar harus mampu memberikan situasi dan suasana belajar yang memungkinkan agar semua gaya belajar siswa terakomodasi dengan baik. Pengajar harus bisa memilih strategi, metode, teknik dan model pembelajaran yang sesuai akan sangat berpengaruh.
Gaya belajar yang terakomodasi dengan baik juga akan meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga mereka dapat berkonsentrasi dengan baik dan tidak mudah terganggu oleh hal-hal lain di luar kegiatan belajar yang berlangsung. Siswa juga diajarkan untuk menerapkan strategi sendiri jika memang siswa tersebut memilikinya.

6.Belajar Secara Menyeluruh

Maksudnya disini adalah mempelajari secara menyeluruh adalah mempelajari semua pelajaran yang ada, tidak hanya sebagiannya saja. Perlu untuk menekankan hal ini kepada siswa, agar mereka belajar secara menyeluruh tentang materi yang sedang mereka pelajari. Jadi, sangat perlu bagi pengajar untuk bisa mengajarkan kepada siswanya untuk bisa belajar secara menyeluruh.

7.Membiasakan Berbagi

Tingkat pemahaman siswa pasti lah berbeda-beda satu sama lainnya. Nah, bagi yang sudah lebih dulu memahami pelajaran yang ada, maka siswa tersebut di ajarkan untuk bisa berbagi dengan yang lain. Sehingga mereka terbiasa juga mengajarkan atau berbagi ilmu dengan teman-teman yang lainnya.
2.      Untuk siapa
Peserta didik
3.      Kepentingan siapa
Agar peserta didik dapat meningkatkan cara belajar pada dirinya sehingga mereka akan semakin mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.

D.    PENERIMAAN SELEKTIF
Blog                                                    

E.     PENYIMPANAN DAN PENELUSURAN
Flash disk

F.      PENGGUNAAN INFORMASI
Secara klasikal
Kami memilih penyampaian informasi dengan cara klasikal karena kami berpendapat bahwa materi yang kami jabarkan di atas lebih cocok disampaikan kepada peserta didik dengan cara klasikal. Selain efisiensi waktu, keefektifan kegiatan belajar mengajar lebih dapat tercapai.



A.    SUMBER INFORMASI

1.       _________Kumpulan Lengkap Materi Bimbingan dan Konseling, Paramitra Publishing, Yogyakarta,____


B.     MULTIMEDIA

1.      Laptop
2.      LCD Proyektor
3.      OHP
4.      Papan tulis

C.     SELEKSI DAN TRANSMISI

1.      Informasi apa: Layanan bimbingan dan konseling dibidang belajar
1.      Pengertian teknik  belajar.
2.      Teknik belajar.
3.      Cara belajar yang tepat

Uraian materi
BELAJAR SECARA OPTIMAL
A.    Pengertian teknik belajar
Teknik belajar adalah cara-cara yang digunakan dalam belajar. Tidak sebatas itu juga, teknik belajar disini juga dapat diartikan cara kita menerima ilmu serta cara mengolah ilmu. Jika cara belajar kalian dilandasi dengan cara belajar yang tepat maka kalian tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk memahami bahan pelajaran. Waktu yang tidak lama dalam belajar ini otomatis akan dapat menghemat waktu dan tenaga kalian dan hasilnya akan tercapai secara optimal.
Antara kalian dengan teman yang lain akan mempunyai cara belajar yang berbeda. Karena cara yang kalian gunakan dalam belajar belum tentu sesuai dengan orang lain. Ada yang belajar dengan cara mendengar saja sudah dapat menguasai pelajaran, ada yang harus mendengarkan musik ketika belajar, tetapi ada juga yang lebih memahami pelajaran dengan belajar di tempat yang sunyi.

B.     Teknik belajar

Ada beberapa hal yang perlu dikuasai dalam teknik belajar, yaitu :
1.      Teknik mendengar
2.      Teknik mencatat
3.      Teknik mengamati
4.      Teknik menghafal
5.      Teknik memahami
6.      Teknik menyimpulkan
Semua teknik diatas haruslah kalian praktikan dan latih terus menerus, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam belajar.
Teknik mendengar haruslah dikuasai dengan baik. Seorang pelajar harus dapat memfungsikan alat pendengaran sebaik mungkin. Mendengarkan secara seksama dan penuh perhatian semua uraian dan keterangan bapak ibu guru kalian yang sedang mengajar. Hal-hal yang diuraikan bapak ibu guru di depan kelas, biasanya adalah hal-hal yang dinilai penting oleh bapak ibu guru yang nantinya akan menjadi bahan ulangan atau tes.
Mencatat pelajaran pun juga diperlukan teknik, supaya nanti ketika kita belajar/mengulangi membaca catatan tidak akan bingung, dan tidak memahami catatannya sendiri. Dengan catatan, ilmu yang kita dapatkan dari guru tidak akan hilang begitu saja. Jadi ada dokumen pelajaran yang dapat kita simpan dan sewaktu-waktu dapat kita buka, kita baca dan pelajari lagi.
Catatan dapat kita anggap baik, apabila :
1.      Catatan lengkap
2.      Bersih
3.      Rapi, teratur dan jelas
4.      Mudah dibaca oleh kita sendiri dan orang lain.
Konsentrasi saat menerima pelajaran dan saat belajar haruslah ditimbulkan. Pusatkan pikiran kalian (fokus) pada pelajaran yang kalian terima. Jauhkanlah pikiran-pikiran lain yang tidak berhubungan dengan pelajaran yang sedang berlangsung. Ketika konsentrasi sudah dapat kalian kuasai saat pelajaran, kalian akan dengan mudah memahami suatu pelajaran. Hubungkan pelajaran yang telah diberikan bapak ibu guru kalian dengan hal-hal di luar atau di lingkungan sekitar kalian. Amatilah, dan kalian akan lebih mudah lagi untuk memahami dan menyimpulkan suatu masalah/pelajaran tertentu.
Menghafal materi pelajaran pun diperlukan strategi, agar lebih mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama.
1.      Mempunyai niat dan perhatian penuh pada materi yang akan dihafalkan
2.      Lakukan secara teratur dan terus menerus
3.      Gunakan teknik yang sesuai dengan diri kalian. Misalnya, menghafal melalui membaca dalam hati dengan penuh perhatian, diingat kemudian dikeluarkan lagi melalui kata-kata. Menghafal dengan teknik lainpun bisa dilakukan, misalnya dengan cara membaca terlebih dahulu, kemudian dengan cara menuliskan kembali bahan yang diingat di atas kertas.
4.      Aturlah waktu. Jangan terlalu lama waktunya, karena otak mempunyai keterbatasan untuk bekerja, atau menghafal semalam suntuk (mendadak) hanya karena akan ada ulangan saja.
Materi yang memerlukan pengertian yang dalam hendaklah dihafal melalui penglihatan. Bahan itu dipandang dengan seksama, kalimat yang satu dihubungkan dengan yang lain dalam otak sambil pikiran terus bekerja untuk menghafal apa yang dilihat itu.
Untuk bahan yang berupa bagan, grafik, peta, gambar demikian pula rumus-rumus, yang wujudnya ruwet atau apapun yang tidak dinyatakan dengan perkataan lebih tepat dihafalkan dengan gerak tangan. Sebaiknya hal ini dilakukan dengan memakai pensil dan kertas sehingga kalau ada kesalahan dapat diketahui. Dengan proses ini hafalan akan lebih mudah masuk ke dalam otak karena gerakan-gerakan tangan dapat membantu usaha tersebut.
Bahan pelajaran yang berupa definisi atau pokok-pokok pikiran yang memerlukan perumusan kata demi kata dengan sangat tepat sebaiknya dibaca dan dihafal dengan bersuara. Suara yang ditangkap oleh telinga akan berkumandang dalam pikiran sehingga kelak dapat diucapkan kembali dengan tepat. Jika setiap pelajaran dapat menggunakan ketiga metode tersebut menurut kebutuhan dan perlu dilakukan secara kombinasi pasti ia dapat menghafal setiap mata pelajaran dengan efisien.

C.     Cara-cara belajar yang tepat

Untuk dapat mengulangi pelajaran dengan baik diperlukan cara atau pedoman yang tepat untuk belajar. Ada beberapa cara/pedoman yang perlu diperhatikan untuk selanjutnya dipraktikkan dan dibiasakan :
1.      Berdoa, memohon kepada Tuhan sebelum dan sesudah belajar agar selalu diberi ilmu yang bermanfaat didunia dan akherat
2.      Disiplin waktu untuk mengulangi pelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
3.      Bersikap gembira dan optimis bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan pribadi bukan merupakan beban kehidupan
4.      Mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan niat yang mantap untuk menambah ilmu pengetahuan
5.      Ulangi pelajaran dengan tekun, bersemangat, penuh konsentrasi dan bersungguh-sungguh
6.      Menggunakan metode belajar yang efisien, metode menghafal yang sesuai dan mudah menguasai
7.      Carilah suasana yang mendukung (tidak terlalu bising)
8.      Berusaha mengerti dan hafal semua pokok-pokok materi sampai pada perincian-perinciannya
9.      Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
10.  Membuat ringkasan untuk semua mata pelajaran
11.  Mencatat hal-hal yang tidak/kurang mengerti kemudian menanyakannya kepada yang ahli
12.  Berusaha memecahkan/mengerjakan masalah-masalah atau soal-soal yang ada di buku pelajaran dan selalu berlatih soal-soal
13.  Membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri dan mencari jawabannya
14.  Mengadakan tanya jawab dan berdiskusi dengan teman

2.      Untuk siapa
Peserta didik
3.      Kepentingan siapa
Agar peserta didik dapat memahami pengertian teknik  belajar, teknik belajarnya, serta cara belajar yang tepat agar mendapatkan hasil yang optimal.

D.    PENERIMAAN SELEKTIF
Blog                                                    

E.     PENYIMPANAN DAN PENELUSURAN
Flash disk

F.      PENGGUNAAN INFORMASI
Secara klasikal
Kami memilih penyampaian informasi dengan cara klasikal karena kami berpendapat bahwa materi yang kami jabarkan di atas lebih cocok disampaikan kepada peserta didik dengan cara klasikal. Selain efisiensi waktu, keefektifan kegiatan belajar mengajar lebih dapat tercapai.



A.    SUMBER INFORMASI



B.     MULTIMEDIA

1.      Laptop
2.      LCD Proyektor
3.      OHP
4.      Papan tulis

C.     SELEKSI DAN TRANSMISI

1.      Informasi apa: Layanan bimbingan dan konseling dibidang belajar
1.      Pengertina belajar
2.      Tujuan belajar
3.      Fungsi belajar
4.      Manfaat belajar

Uraian materi
BELAJAR
A.    Pengertian belajar
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.[1] Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
B.     Tujuan belajar
Tujuan belajar melalui kegiatan rutin ini adalah sebagai berikut:
  1. Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dimiliki oleh anak didik.
  2. Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada anak didik.
  3. Mengembangkan kemampuan pengamatan, pendengaran dan penglihatan anak didik secara optimal.
C.     Fungsi belajar
Sedangkan fungsi kegiatan rutin dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:
  1. Membuat pelajaran lebih jelas dan lebih konkrit serta menghindari verbalisme.
  2. Memudahan anak didik memahami bahan pelajaran.
  3. Proses pengajaran akan lebih menarik.
  4. Merangsang anak didik untuk lebih aktif melakukan apa yang diarahkan oleh guru.
D.    Manfaat belajar

Dengan belajar inilah melahirkan manfaat-manfaat yang bias diambil, diantaranya adalah :
1.      Dengan belajar dapat menumbuhkan kebiasaan pada diri orang tersebut.
2.      Dengan belajar dapat menumbuhkan motifasi pada diri orang tersebut dan dapat menjadikan seseorang sukses.
3.      Dengan belajar akan menambah banyak ilmu pengetahuan.
4.      Dapat menjadi orang yang diperlukan bagi lingkungan kita.
5.      Dapat menambah keterampilan pada diri kita.

2.      Untuk siapa
Peserta didik

3.      Kepentingan siapa

Agar peserta didik dapat memahami pengertian belajar, tujuan bdari belajar, fungsi dari belajar, serta manfaat belajar agar peserta didik lebih meningkatkan belajar serta mengetahui betapa pentingnya belajar itu.

D.    PENERIMAAN SELEKTIF
Blog                                                    

E.     PENYIMPANAN DAN PENELUSURAN
Flash disk

F.      PENGGUNAAN INFORMASI
Secara klasikal
Kami memilih penyampaian informasi dengan cara klasikal karena kami berpendapat bahwa materi yang kami jabarkan di atas lebih cocok disampaikan kepada peserta didik dengan cara klasikal. Selain efisiensi waktu, keefektifan kegiatan belajar mengajar lebih dapat tercapai.